Versi Digibook



Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,

"Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, �"

Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."

Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?"

Nasrudin menjawab seketika, "Tentu, saya memilih kekayaan."

Hakim membalas sinis, "Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?"
Nasrudin balik bertanya, "Kalau pilihan Anda sendiri?"

Hakim menjawab tegas, "Tentu, saya memilih kebijaksanaan."

Dan Nasrudin menutup, "Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya."






Penulis: Dan Brown


Versi Digibook



Saat di Paris, pakar simbologi Harvard, Robert Langdon, menerima telepon tengah malam yang penting. Seorang kurator senior di Museum Louvre terbunuh, dan pesan-pesan rahasia yang mengherankan ditemukan dekat tubuhnya. Ketika Langdon dan seorang kryptolog (pemecah kode) berbakat Prancis, Sophie Neveu, mengupas lapis demi lapis teka-teki aneh itu, mereka terpana menemukan serangkaian petunjuk tersembunyi di balik karya-karya terkenal Leonardo Da Vinci?petunjuk-petunjuk yang tampak agar dilihat semua orang tapi sengaja disamarkan dengan jenius oleh sang pelukis.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika Langdon menemukan sebuah kaitan mengejutkan: mendiang kurator itu terlibat dalam Priory of Sion�sebuah masyarakat rahasia yang nyata, yang beranggotakan antara lain Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo, dan Da Vinci. Langdon dan Sophie menjadi buruan internasional, secara tak terduga harus berhadapan dengan seseorang yang tak tampak tapi amat berkuasa. Mereka harus memecahkan labirin teka-teki itu. Jika gagal, rahasia Priory�sebuah kebenaran kuno yang dapat mengguncang dunia�akan hilang selamanya.




Penulis: Kiran Desai


Versi Digibook



Berita buruk itu datang. Sai tiba-tiba menjadi yatim piatu dan harus pindah dari asrama ke rumah
kakek yang tak pernah dikenalnya, sang hakim. Di rumah tua di kaki Gunung Kanchenjunga, Himalaya,
itulah Sai mengenal Gyan, sang guru Matematika, dan jatuh hati kepadanya. Tetapi mereka bak bumi dan
langit, Sai yang berpendidikan barat dan Gyan yang sangat tradisional.

Sang hakim yang awalnya khawatir kehadiran Sai akan merusak ketenangannya, akhirnya malah teringat
kepada masa mudanya, seorang pemuda India yang berusaha keras menjadi pria Inggris, namun pada
akhirnya tak merasa menjadi bagian dari apa pun.

Di rumah itu pula tinggal jurus masak sang hakim. Putranya, Biju, barhasil pergi ke Amerika namun
ternyata dia harus mati-matian bertahan hidup sebagai imigran gelap di Kota New York, demi
mewujudkan mimpi dan kebanggaan sang ayah. Sampai ketika terjadi kerusuhan di Kalimpong, dan ayahnya
tak bisa dihubungi, dia memutuskan pulang ke India, ke negeri yang dulu tak sabar ingin
ditinggalkannya.





Penulis: Elizabeth Pisani


Versi Digibook



The Wisdom of Whores adalah sebuah buku mengenai hidup dan mati, seks dan narkoba, yang ditulis oleh seorang wartawati dan ahli epidemiologi asal Inggris yang pernah lama menetap di Jakarta. Dalam buku yang berani dan 'berbahaya' ini tergambar kehidupan dalam dunia HIV/AIDS internasional yang berputar di sekeliling hotel-hotel dan pusat-pusat konvensi yang mewah, maupun di jalanan kumuh kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di dunia. Ditulis dengan renyah dan amat menarik, buku ini mengungkap seluk beluk permasalahan AIDS yang berkelindan di antara meja birokrasi, kamar-kamar rumah bordil, dan transaksi bisnis bernilai milyaran dolar. Buku ini juga berkisah tentang harapan dan kekecewaan. Sebuah buku mengejutkan dan kontroversial yang akan membuka mata dan hati Anda.





Penulis: M.J. Hyland


Versi Digibook



John Egan memiliki talenta yang tidak lazim: ia tahu kalau orang berbohong. John berharap suatu hari
talentanya ini akan membuatnya tenar dan menjadi jaminan bahwa namanya kelak tercantum dalam Guiness
Book of World Records. Tapi sebelum hari itu tiba, ia mesti menghadapi suasana keluarganya yang
tidak menyenangkan-keluarga yang ia cintai, namun rapuh. Tapi apa hendak dikata, dalam waktu singkat
obsesi John untuk mengungkapkan kebenaran berubah menjadi hambatan kepribadian yang keras lagi
menakutkan.





Penulis: Amru Muhammad Khalid


Versi Digibook



Seorang lelaki menemui Rasulullah saw. dan bertanya, �Ya Rasulullah, apakah agama itu?� Rasulullah menjawab, �Akhlak yang baik.� Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, �Ya Rasulullah, apakah agama itu?� Nabi menjawab, �Akhlak yang baik.� Kemudian ia menghampiri Nabi dari sebelah kiri, �Apakah agama itu?� Dia bersabda, �Akhlak yang baik.� Kemudian ia mendatanginya dari belakang dan bertanya, �Apa agama itu?� Rasulullah menoleh kepadanya dan bersabda, �Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik.� (al-Targh�b wa al-Tarh�b 3: 405).

Buku Indah dan Mulia ini memandu Anda untuk mendidik diri berperangai luhur dan berperilaku bijaksana:
(1) menunjukkan pentingnya akhlak dalam membangun kepribadian-Islam sejati,
(2) memotivasi pembaca agar berpegang pada karakter istimewa itu, serta
(3) menjabarkan urgensi setiap akhlak, pengaruhnya bagi diri sendiri dan masyarakat dan pahalanya di dunia dan akhirat.

Buku ini bisa mengantarkan pembaca ke pantai kebahagiaan, keselamatan, dan kedamaian di dunia dan akhirat. Semoga para pembaca menjadi mulia dengan akhlaknya dan bisa meneladani akhlak Nabi saw. Sebab, hanya dengan mengikuti akhlak Nabi-lah kita akan merasakan kenikmatan hati, kelapang dada, dan ketentraman Jiwa. Karena Beliaulah sebaik-baik yang wajib kita teladani.




Penulis: Dr. Khaid Umar al-Disuqi


Versi Digibook



Seorang lelaki mengontrak sebuah rumah. Ketika ditempati, kayu-kayu atap rumah itu ternyata sering berkelotak. Lelaki itu lalu menyampaikan masalah ini kepada pemiliknya. Si pemilik berkata, �Jangan takut, karena kayu-kayu itu sedang bertasbih kepada Allah.� Si lelaki pun berseloroh, �Bukan takut. Aku hanya khawatir kayu-kayu itu diambil oleh Sang Mahakuasa, lalu bersujud kepadaku.�

Kisah di atas menginspirasi kita untuk mengubah kesulitan hidup menjadi hal-hal jenaka. Jika rida Allah tujuan kita, maka ada banyak cara untuk senantiasa bahagia. Dengan gaya tuturnya yang ringkas dan renyah, buku ini mengajak Anda berburu kearifan dari satu negeri ke negeri lain, dari masa ke masa. Sepulang dari perburuan, Anda Insya Allah kian:

- teguh menetapi tujuan hidup sehingga tak pernah lari dari kenyataan, bahkan mampu berucap: �Selamat datang, Bencana!�
- mampu merasakan musibah tak terperi sebagai nikmat tiada tara yang patut disyukuri,
- terampil mengisi hari dengan kegembiraan menjumput rahmat Allah dalam setiap keadaan,
- tangkas mengusir rasa bosan dengan hal-hal bermanfaat,
- selalu lapang dada menerima segala bentuk pemberian Allah,
- waspada terhadap rasa putus asa dan menghindar dari hal yang sia-sia,
- gemar mendoakan diri agar terhindar dari perkara-perkara sulit, kesempitan rezeki, dukacita, atau cekaman ketakutan.

Seorang tetangga berkata kepada Syekh Juha, "Tadi malam aku mendengar kegaduhan, lalu suara sesuatu tengah menaiki tangga di rumahmu."

Syekh Juha menjawab datar, "Aku dan istriku sedang bertengkar. Ia memukul bajuku hingga jatuh ke tanah, kemudian ia menaiki tangga. Itulah yang engkau dengar."

"Subh�nall�h," seru orang itu seperti tak percaya, "Sampai sebegitukah suara empasan bajumu?"

Syekh Juha berkata, "Ah, jangan tegang begitu, yang ada di dalam baju itu aku."